Tuesday, November 4, 2014

Terbang

Aku punya cita-cita. Mahu menjadi penerjun udara. TUDM, pernah menjadi salah satu pilihan utama aku. Kerana rabun, terbatal niat yang itu. Abah pesan, carilah kerja yang lain sebab sekali masuk bukan senang berhenti. Mungkin ada benar katanya. Rezeki kita tiada siapa yang tahu. In sha Allah. Jika niat baik, Allah tunjukkan jalan. Mana tahu dapat sampai ke Jugra dan buat paragliding. Terbang. Merentasi langit biru. Itu. Impian. Aku.

Sudah tertulis segalanya buat kita. Dan aku bersyukur kerana ditemukan dengan kesayangan. Buah hati pengarang jantung. Alhamdulillah.

Satu per satu memori muncul kembali. Saat pertama kali bertemu mereka. Hingga saat di mana aku hadir pada hari konvo mereka bertiga. Meraikan detik kejayaan mereka. Bahagia.

Saat berbicara dengan Nurul dalam perjalanan pulang ke Ipoh, aku menahan getar suaraku saat mendengar dia menangis. You don't know the feeling when you have to hold your tears in front of your loves. Think of your future. Be strong. I love you, girls.

Problem is like our own shadow. It will follow us until we find the best solution to stop it from following us. But, never run from it. Face it and solve it. (NFHZA - November 4, 2014)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...